Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB jenjang SD untuk calon siswa kelas 1 dimulai pada Juli 2018. Bagi Anda para orang tua yang mempunyai anak maupun saudara yang telah memasuki masa sekolah informasi persyaratan dan seleksi ini patut dicermati.Berkaitan dengan biaya, PPDB kelas 1 jenjang SD yang memperoleh dana BOS tidak dikenakan biaya karena telah dibebankan pada dana BOS. Sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan dana selama proses ini.Baca Juga: Download Buku Siswa Kelas 1 Kurikulum 2013Persyaratan PPDB jenjang SDBerdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 pasal 6 beberapa syarat calon siswa kelas 1 SD diantaranya:Calon siswa kelas 1 SD berusia 7 tahun, atau paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli 2018Calon siswa paling rendah berusia 5 tahun 6 bulan bagi yang memiliki kecerdasan istimewa atau bakat tertentu yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. Tetapi apabila tidak ada psikolog profesional bisa digantikan oleh dewan guru sekolah.Usia dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah sesuai domisili.Persyaratan usia tidak berlaku bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus yang akan bersekolah di sekolah yang menyelenggarakan program pendidikan inklusifSeleksi PPDB Jenjang SDBerdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 pasal 12 terdapat 2 cara seleksi calon siswa kelas 1 SD diantaranya:Usia anakJarak tempat tinggal (berdasarkan kartu keluarga) dengan sekolah sesuai dengan ketentuan zonasiBerikut ini ilustrasi dalam seleksi siswa baru kelas 1:Jika calon peserta didik baru mempunyai usia yang sama, maka diprioritaskan berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah.Jika usia dan jarak tempat tinggal sama, maka diprioritaskan berdasarkan urutan pendaftaranDalam proses seleksi PPDB kelas 1 tidak ada tes membaca, menulis, maupun berhitung.PertanyaanSegala bentuk pertanyaan dapat langsung dikomunikasikan dengan sekolah yang akan dituju. Pihak sekolah akan sangat terbuka apabila masyarakat hendak berkunjung ke sekolah berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru.Berikut ini paling tidak yang bisa ditanyakan apabila Bapak dan Ibu orang tua calon siswa baru bila berkunjung ke sekolah:Persyaratan calon siswa baruTanggal, proses seleksi, dan daftar ulangDaya tampung kelas 1Anda juga dapat mengunduh dan membaca secara lengkap panduan lengkap PPDB jenjang SD berdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 dengan cara klik disini.
Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB jenjang SD untuk calon siswa kelas 1 dimulai pada Juli 2018. Bagi Anda para orang tua yang mempunyai anak maupun saudara yang telah memasuki masa sekolah informasi persyaratan dan seleksi ini patut dicermati.
Berkaitan dengan biaya, PPDB kelas 1 jenjang SD yang memperoleh dana BOS tidak dikenakan biaya karena telah dibebankan pada dana BOS. Sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan dana selama proses ini.
Baca Juga: Download Buku Siswa Kelas 1 Kurikulum 2013
Persyaratan PPDB jenjang SD
Berdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 pasal 6 beberapa syarat calon siswa kelas 1 SD diantaranya:
- Calon siswa kelas 1 SD berusia 7 tahun, atau paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli 2018
- Calon siswa paling rendah berusia 5 tahun 6 bulan bagi yang memiliki kecerdasan istimewa atau bakat tertentu yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. Tetapi apabila tidak ada psikolog profesional bisa digantikan oleh dewan guru sekolah.
Usia dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah sesuai domisili.
Persyaratan usia tidak berlaku bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus yang akan bersekolah di sekolah yang menyelenggarakan program pendidikan inklusif
Seleksi PPDB Jenjang SD
Berdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 pasal 12 terdapat 2 cara seleksi calon siswa kelas 1 SD diantaranya:
- Usia anak
- Jarak tempat tinggal (berdasarkan kartu keluarga) dengan sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi
Berikut ini ilustrasi dalam seleksi siswa baru kelas 1:
- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah meluncurkan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Online (SIVIL) dan Program Penomoran Ijazah Nasional (PIN). Program ini mulai aktif pada tanggal 2 Mei 2016 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dan efektif berjalan mulai September 2016.Program ini terintegrasi dengan pangkalan data pendidikan tinggi. Sehingga pengecekan ijazah dapat dilakukan dengan cara cek ijazah secara online.Baca Juga : Berapa Gaji Guru PNS di IndonesiaSistem verifikasi ijazah secara online ini juga sebagai solusi maraknya penipuan ijazah palsu membuat masyarakat umum menjadi resah apakah ijazah yang mereka dapat terdaftar di kemenristekdikti. Selain itu juga digunakan pemerintah untuk memantau statistik lulusan setiap tahunnya.Cara Cek Ijazah Secara OnlineCara untuk melihat apakah ijazah Anda terdaftar di kemenristekdikti cukup mudah :Siapkan ijazah Anda terutama pada nomor ijazah dan nama perguruan tinggi. Karena sistem verifikasi menggunakan nomor ijazah dan nama perguruan tinggi.Kunjungi laman resmi kemenristek melalui belmawa.ristekdikti.go.id/ijazahMasukkan nama perguruan tinggi sesuai dengan ijazah AndaMasukkan nomor ijazah secara lengkap, termasuk garis miring (/) dan tanda-tanda lainJawab kode pangaman sesuai pertanyaan, langkah ini hanya untuk memastikan bahwa yang melakukan verifikasi benar-benar manusia bukan robotKlik pada CariJika ijazah anda terdaftar, maka akan segera muncul keterangan dibawah sistem verifikasi ini. Menyebutkan identitas pemilik ijazah
- Berita tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2017 telah hangat dibicarakan. Sebagaimana dikutip dari berbagai media nasional, bahwa pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan tidak menaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2017.Hal ini disampaikan oleh Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Keuangan, Kunta W.D Nugraha, Tidak ada kenaikan gaji PNS di tahun depan. Jadi kebijakannya sama dengan tahun ini.Meskipun gaji tidak naik, tapi anda patut lega karena pemerintah tetap akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) biasa disebut gaji ke-14 dan gaji ke-13 untuk tahun depan.Sebagai gambaran bahwa anggaran untuk gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2016 sebesar 6,4 triliun rupiah, sedangkan anggaran untuk Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 5,2 triliun rupiah.
- Sudah menjadi kebiasaan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) setiap tahunnya mendapatkan gaji ke-13. Tak terkecuali tahun 2020 ini, pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Tunjangan, Atau Penghasilan Ketiga Belas Tahun 2020 Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai Nonpegawai Negeri Sipil, Dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan. PP ini ditetapkan sekaligus diundangkan pada tanggal 7 Agustus 2020.Berdasarkan PP Nomor 44 Tahun 2020 pasal 2, yang mendapatkan gaji ke-13 ini tidak hanya PNS, tetapi juga diberikan kepada prajurit TNI, Anggota POLRI, sampai dengan penerima pensiun dan CPNS. Pada pasal 4 juga disampaikan bahwa beberapa pegawai tidak akan menerima gaji ke-13. Mulai dari presiden dan wakil presiden, MPR, DPR, sampai dengan PNS, prajurit TNI, dan anggota POLRI yang ditugaskan di luar instansi yang gajinya dibayar oleh instansi tempat penugasan.Baca juga: Besaran Gaji Seorang GuruPencairan gaji ke-13 bagi PNS akan dicairkan pada bulan Agustus tahun 2020. Besaran yang akan diterima sesuai dengan gaji yang diterima pada bulan Juli 2020 yang meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum. Sedangkan untuk CPNS akan diberikan 80% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.Gaji ke-13 yang akan diterima tidak akan dikenakan beragam potongan seperti gaji setiap bulannya, tetapi tetap akan dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan aturan yang berlaku. PP Nomor 44 Tahun 2020 dapat Anda unduh di sini atau dapat mengunjungi laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
- Jika calon peserta didik baru mempunyai usia yang sama, maka diprioritaskan berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah.
- Jika usia dan jarak tempat tinggal sama, maka diprioritaskan berdasarkan urutan pendaftaran
Dalam proses seleksi PPDB kelas 1 tidak ada tes membaca, menulis, maupun berhitung.
Pertanyaan
Segala bentuk pertanyaan dapat langsung dikomunikasikan dengan sekolah yang akan dituju. Pihak sekolah akan sangat terbuka apabila masyarakat hendak berkunjung ke sekolah berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru.
Berikut ini paling tidak yang bisa ditanyakan apabila Bapak dan Ibu orang tua calon siswa baru bila berkunjung ke sekolah:
- Persyaratan calon siswa baru
- Tanggal, proses seleksi, dan daftar ulang
- Daya tampung kelas 1
Anda juga dapat mengunduh dan membaca secara lengkap panduan lengkap PPDB jenjang SD berdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 dengan cara klik disini.